Wan Phing Lim

Writer . Editor . Author

Ibu segala tipu

by A. Samad Said

Dengan sanubari sequdus hasrat
lelangkah yang luhur sepadu hajat
kita berhimpun sepenuh harapan
sedia tentang inti kemungkaran.

Awalnya segala tersenyum ilham
cuaca dan hajat akrab bersalam.
Kita memangkahnya secekal qalbu
rindu memahat sejarah yang syahdu.

Iklim yang gusar tetiba meledak
ketika kendera menyusup rahsia,
dan demokrasi sengaja dikocak
sebijak helah sekejam pendera.

Kertas undi yang terkumpul berbalam
sopan dan segan diusik khayalan,
sebaik senja disenyumi malam
sesenyapnya bermula pencemaran.

Malam debaran tersentap amarah,
cahaya bulan dikoyak-koyaknya,
rahsia gelap memulai dosanya,
berterbanganlah undi yang ditambah.

Kita berhimpun di padang sejarah
demi melawan kemungkaran baru;
demokrasi wajar dipelihara
daripada ibu segala tipu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 25, 2013 by and tagged .

Author logo and photo by OtherHalf Studio

Please get in touch for copyright material

%d bloggers like this: