Wan Phing Lim

Writer . Editor . Author

Senja di lebuhraya

senja di lebuhraya

senja di lebuhraya
kampung dan ladang di sisih paya
kenderaan panjang dan lebar
menuju dari selatan ke utara

pucuk pohon kelapa sawit
membawa rezeki dan buah
seringkala terasa pahit
tertelan tawaran rahsua

sinar matahari terbenam
bagai mata kerbau yang ditebuk
dalam hati dengan cabang
melimpah ke atas bayang

pohon yang menyamar di langit
menumpah ke seluruh sekitar
laluan primer semenanjung
saluran darah negara

sinar matahari berselindung
menyembunyikan diri di langsir langit
menjadikannya mahkota
berisi penuh daya

senja di lebuhraya
dibasuh biru dan jingga
lukisan pemandangan
dari darjah enam

kenderaan dua roda
menuju ke rumah papan
mata pontianak menggoda
merenung merah delima

senja di lebuhraya
kandungan rahsia
gentaran binatang
dan bisikan manusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 8, 2014 by and tagged , .

Author logo and photo by OtherHalf Studio

Please get in touch for copyright material

%d bloggers like this: